Respons Keluhan Warga, Dinas PUPR Tubaba Segera Perbaiki Jalan Rusak Secara Darurat
Update24.co.id – Menanggapi keluhan masyarakat yang semakin banyak terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan berlalu lintas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akhirnya mengambil langkah nyata. Penanganan sementara kini mulai dilakukan di sejumlah ruas jalan utama yang dinilai paling kritis.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil rapat koordinasi yang digelar Jumat lalu. Fokus utama perbaikan tahap awal ini ditujukan pada dua jalur protokol yang menjadi urat nadi pergerakan warga dan paling padat dilalui kendaraan.
Plt. Kepala Dinas PUPR Tubaba, Ir. M. Iwan Setiawan Ismed Balaw, yang akrab disapa Ibe, menjelaskan bahwa dua ruas prioritas yang segera ditangani adalah jalur dari Simpang Tiga Tiyuh Panaragan hingga Tugu Payung Simpang Pasar Panaragan Jaya, serta jalur dari Tugu Rato Nago Besanding sampai Simpang Pasar Modern Pulung Kencana.
“Kami merespons cepat keluhan masyarakat. Saat ini tim sudah turun melakukan penanganan sementara. Fokus kami adalah mengecor titik-titik jalan yang berlubang dalam dan berbahaya bagi pengguna jalan. Target kami, penanganan darurat di kedua ruas ini bisa segera rampung,” ungkap Ibe saat dihubungi via telepon, Sabtu (30/05).
Ibe menambahkan, perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara untuk memulihkan fungsi jalan agar aman dilalui. Secara paralel, pihaknya juga telah mengajukan usulan perbaikan permanen kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung. Harapannya, perbaikan menyeluruh tersebut dapat segera terealisasi sehingga jalan dibangun kembali dengan standar yang lebih kokoh, nyaman, dan tahan lama.
Namun, Ibe juga mengingatkan bahwa daya dukung struktur jalan saat ini masih terbatas. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pengguna jalan untuk turut menjaga infrastruktur yang ada.
“Karena ini penanganan darurat dan kondisinya belum sepenuhnya kuat seperti baru, kami imbau kendaraan dengan muatan berlebih agar tidak melintas. Mari kita jaga bersama agar perbaikan yang sudah dilakukan tidak cepat rusak kembali,” pesannya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran atau ruang fiskal yang sempit menjadi tantangan utama bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang maksimal. Kondisi ini membuat kemampuan belanja daerah belum sepenuhnya memenuhi harapan, terutama untuk pemeliharaan jalan.
Oleh karena itu, diharapkan kebijakan fiskal dari pemerintah pusat dan provinsi ke depan bisa lebih longgar dan mendukung. Bantuan ini sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perbaikan jalan, tetapi juga bisa memaksimalkan capaian kinerja makro lainnya—mulai dari pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga Tubaba.














