Menu

Mode Gelap
Semarak HUT RI ke-81 & Hari Jadi ke-53 Tiyuh Penumangan Baru, Kepala Tiyuh Kamso Gelar Beragam Lomba Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja Dinas Ketahanan Pangan Tubaba Siapkan Penyaluran Beras Cadangan Pemerintah: 36.890 KK Terima 10 Kg/Bulan Selama Tiga Bulan Olah Ikan Lomou Jadi Kerupuk Bernilai Jual, ITERA & Tiyuh Gunung Katun Tanjungan Beri Teknologi & Digitalisasi Bisnis Sejumlah Pos Anggaran Dana Desa Tiyuh Sumber Rejo Diduga Penuh Kejanggalan Warga Suku Lima Desak Perbaikan Jalan di Depan SD, Disampaikan Saat Reses Anggota DPRD Tubaba

Tubaba

Tambal Sulam Jalan Panaragan Jaya Diragukan Kualitasnya, Warga Khawatir Cepat Rusak Kembali

badge-check


					Tambal Sulam Jalan Panaragan Jaya Diragukan Kualitasnya, Warga Khawatir Cepat Rusak Kembali Perbesar

Tambal Sulam Jalan Panaragan Jaya Diragukan Kualitasnya, Warga Khawatir Cepat Rusak Kembali

TULANG BAWANG BARAT – Pekerjaan pemeliharaan jalan yang sedang berlangsung di Ruas Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat, memicu keraguan serius dari masyarakat pengguna jalan. Perbaikan yang dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas Bina Marga PUPR Provinsi Lampung ini dinilai hanya sekadar menutup tampak luar, tanpa menyelesaikan kerusakan yang sebenarnya.

Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, cara kerja yang diterapkan terlihat sangat sederhana. Pekerja terlihat hanya menyiramkan aspal cair di atas permukaan jalan yang sudah terlihat retak, lapuk, dan tidak rata. Setelah itu, baru ditaburkan campuran aspal panas dengan ketebalan yang terlihat tidak merata, sebagian hanya setebal sekitar tiga sentimeter.

Edi, selaku pengawas lapangan yang memimpin pekerjaan tersebut, menjelaskan bahwa metode ini memang sengaja dipilih untuk kondisi kerusakan saat ini. “Kalau kerusakannya belum parah atau belum sampai bolong besar, tidak perlu digali semuanya. Cukup disiram aspal cair agar nanti lengket, lalu ditutup aspal panas setebal tiga senti saja sudah cukup kuat menahan beban kendaraan,” ujarnya di lokasi, Rabu (1/7).

Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan warga yang melintas. Beberapa pengendara sepeda motor dan pengemudi kendaraan roda empat mengaku khawatir. Permukaan jalan setelah ditambal masih terlihat tidak rata, masih terlihat jejak retak lama di bawah lapisan baru, dan ada bagian yang terasa menonjol.

“Jalan ini adalah jalur utama yang sering dilewati truk pengangkut hasil tani dan kendaraan berat. Kalau hanya ditutup begini saja, saya yakin tidak sampai tiga bulan sudah bolong lagi. Uang negara habis percuma dan kami yang menanggung risiko kecelakaan,” ungkap Slamet, salah satu warga yang setiap hari melintas di ruas ini.

Warga berharap pihak pimpinan dinas di tingkat provinsi dapat segera turun meninjau langsung kondisi pekerjaan ini. Mereka meminta jika ternyata cara yang dipilih belum tepat, pekerjaan segera diulang dengan cara yang lebih mendasar, sehingga jalan menjadi awet, rata, dan aman digunakan untuk jangka waktu yang lama.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak kepala Dinas Bina Marga PUPR Provinsi Lampung terkait kekhawatiran warga ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI ke-81 & Hari Jadi ke-53 Tiyuh Penumangan Baru, Kepala Tiyuh Kamso Gelar Beragam Lomba

2 September 2026 - 11:27 WIB

Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja

27 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Dinas Ketahanan Pangan Tubaba Siapkan Penyaluran Beras Cadangan Pemerintah: 36.890 KK Terima 10 Kg/Bulan Selama Tiga Bulan

18 Agustus 2026 - 05:16 WIB

Olah Ikan Lomou Jadi Kerupuk Bernilai Jual, ITERA & Tiyuh Gunung Katun Tanjungan Beri Teknologi & Digitalisasi Bisnis

4 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Sejumlah Pos Anggaran Dana Desa Tiyuh Sumber Rejo Diduga Penuh Kejanggalan

4 Agustus 2026 - 00:47 WIB

Trending di Tubaba