Menu

Mode Gelap
Tambal Sulam Jalan Panaragan Jaya Diragukan Kualitasnya, Warga Khawatir Cepat Rusak Kembali KPU Tulangbawang Barat Lakukan Pemutakhiran Data Pemilih, DPT Capai 230.950 Jiwa Gelar Adat, Legitimasi, dan Marwah Budaya Lampung Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS Sukacita Keluarga yang Berbuntut Rencana Pelaporan Oknum Polisi

Fashion

Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah di Indonesia, Angka Cuma 1,9%

badge-check


					Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah di Indonesia, Angka Cuma 1,9% Perbesar

Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah di Indonesia, Angka Cuma 1,9%!

Update24.co.id – Provinsi Lampung berhasil meraih predikat terbaik sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah se-Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Februari 2026, prestasi ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Bani Ispriyanto dari Ruang Command Center Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (23/2/2026).

Hingga Januari 2026, inflasi tahunan Lampung tercatat hanya 1,9% – masuk dalam koridor target nasional 1,5%-3,5% dan menjadikan provinsi ini berada di peringkat teratas. Kinerja gemilang ini didukung oleh Kota Bandar Lampung dengan inflasi sangat rendah (1,43%) dan Kota Metro (2,03%), yang keduanya juga masuk 10 besar kota dengan inflasi terendah nasional.

Namun, memasuki minggu ketiga Februari 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung menunjukkan kenaikan sebesar 0,89%, yang sebagian besar disumbang oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Secara nasional, harga cabai rawit bahkan melonjak hingga 19,89% dibanding Januari 2026, dengan rata-rata harga Rp68.928 per kg.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menekankan pentingnya menangani daerah dengan inflasi tinggi secara konkret. Ia menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk langsung ke lapangan dan fokus pada komoditas yang harga naik signifikan.

“Daerah yang terkena bencana mungkin kita maklumi karena pasar hancur, tapi daerah lain harus segera berbenah. Kalau harga naik sendirian sementara tetangganya stabil, itu patut dicurigai,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1 Juli 2026 - 14:31 WIB

Gelar Adat, Legitimasi, dan Marwah Budaya Lampung

30 Juni 2026 - 00:08 WIB

Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS

29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Sukacita Keluarga yang Berbuntut Rencana Pelaporan Oknum Polisi

26 Juni 2026 - 03:17 WIB

Skandal SPPG Fiktif: Saat Makanan Bocah Indonesia Ditukar Proyek “Hantu” Rp1 Triliun

26 Juni 2026 - 00:48 WIB

Trending di Fashion