Menu

Mode Gelap
Tambal Sulam Jalan Panaragan Jaya Diragukan Kualitasnya, Warga Khawatir Cepat Rusak Kembali KPU Tulangbawang Barat Lakukan Pemutakhiran Data Pemilih, DPT Capai 230.950 Jiwa Gelar Adat, Legitimasi, dan Marwah Budaya Lampung Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS Sukacita Keluarga yang Berbuntut Rencana Pelaporan Oknum Polisi

Fashion

Ancaman Penutupan Menguat! Satgas MBG Tubaba Siap Tutup SPPG Jika Limbah Masih Dibuang Sembarangan

badge-check


					Ancaman Penutupan Menguat! Satgas MBG Tubaba Siap Tutup SPPG Jika Limbah Masih Dibuang Sembarangan Perbesar

Ancaman Penutupan Menguat! Satgas MBG Tubaba Siap Tutup SPPG Jika Limbah Masih Dibuang Sembarangan

Update24.co.id– Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengambil langkah tegas. Ketua Satgas, Sofiyan Nur, mengancam akan merekomendasikan penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Bina Bangsa Bitung di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, jika tidak segera melakukan perbaikan.

Ancaman ini disampaikan menyusul temuan pelanggaran serius terkait pengelolaan limbah dan sampah yang dinilai merugikan lingkungan serta mengganggu kenyamanan warga.

“Besok (Jumat, 10/4/2026) kami akan lakukan peninjauan langsung. Jika masih ditemukan ketidaktaatan dan tidak ada perbaikan signifikan, kami akan merekomendasikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional SPPG tersebut,” tegas Sofiyan, Kamis (9/4/2026).

Diketahui, sebelumnya pihak pengelola sudah pernah mendapatkan peringatan saat monitoring pada Februari lalu. Namun, hingga saat ini perbaikan dinilai belum maksimal, terutama dalam hal pemilahan sampah organik dan non-organik, serta penanganan limbah cair.

Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah sisa masakan terlihat dialirkan langsung ke sungai di sekitar area dapur. Tak hanya itu, sampah plastik dan bungkus makanan berserakan di bagian belakang bangunan tanpa penanganan yang layak, hingga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu warga sekitar.

Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya dijaga ketat demi kebersihan dan kesehatan.

“Kami sudah beri kesempatan perbaikan. Jika tetap diabaikan, maka penutupan adalah langkah yang tidak terhindarkan demi menegakkan standar pelayanan dan melindungi lingkungan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

1 Juli 2026 - 14:31 WIB

Gelar Adat, Legitimasi, dan Marwah Budaya Lampung

30 Juni 2026 - 00:08 WIB

Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo Resmi Menjabat Danbrigif 4 Mar/BS

29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Sukacita Keluarga yang Berbuntut Rencana Pelaporan Oknum Polisi

26 Juni 2026 - 03:17 WIB

Skandal SPPG Fiktif: Saat Makanan Bocah Indonesia Ditukar Proyek “Hantu” Rp1 Triliun

26 Juni 2026 - 00:48 WIB

Trending di Fashion