Tubaba Targetkan Perluasan Lahan Tebu, Dukung Swasembada Gula Nasional Tahun 2027
Update24.co.id– Komoditas tebu menjadi salah satu unggulan perkebunan yang terus didorong pengembangannya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba menegaskan komitmen daerah untuk mendukung target swasembada gula nasional yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun 2027.
Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, menyampaikan bahwa tebu merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi sangat stabil dan menjanjikan kesejahteraan jangka panjang bagi petani.
“Tebu adalah komoditas perkebunan yang harganya sangat stabil. Pemerintah pusat menargetkan tercapainya swasembada gula di Indonesia pada tahun 2027 nanti. Dalam hal ini, Kabupaten Tubaba bersama Kabupaten Lampung Utara, Way Kanan, dan Lampung Tengah ditetapkan sebagai wilayah prioritas utama untuk perluasan lahan tanam tebu,” ujar Sarwo Haddy Sumarsono, Selasa (15/7/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, Provinsi Lampung saat ini menempati posisi sebagai provinsi penghasil tebu terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur. Potensi besar ini menjadi modal utama bagi daerah untuk berkontribusi penuh memenuhi kebutuhan gula nasional.
“Kita tahu Lampung adalah provinsi nomor dua penghasil tebu setelah Jawa Timur. Ini peluang besar bagi kita untuk berperan besar dalam ketahanan pangan nasional khususnya gula,” tambahnya.
Potensi Ekonomi dan Lapangan Kerja
Pengembangan tebu di Tubaba tidak hanya bertujuan memenuhi target nasional, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat lokal. Target awal perluasan lahan tebu yang disiapkan mencapai 1.000 hektare.
Sarwo menjelaskan, lahan seluas 1.000 hektar tersebut saja sudah mampu memberikan dampak signifikan, menyerap ribuan tenaga kerja serta memutar roda ekonomi desa di wilayah sekitar.
“Luas lahan 1.000 hektare saja sudah sangat besar dampaknya. Ini akan mendongkrak penyerapan tenaga kerja lokal secara masif, baik di tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Secara otomatis, ekonomi masyarakat di sekitar lokasi akan bergerak lebih cepat,” paparnya.
Secara rinci, lahan seluas 1.000 hektare tersebut akan dikembangkan dan tersebar di dua wilayah kecamatan utama, yaitu,Kecamatan Tulang Bawang Tengah Dan Kecamatan Tulang Bawang Udik
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan ketersediaan benih unggul, pendampingan teknis, serta kemitraan yang jelas dengan pihak penggilingan gula agar petani mendapatkan kepastian pasar dan keuntungan yang layak.
Dengan langkah ini, diharapkan Tubaba tidak hanya menjadi lumbung pangan beras, tetapi juga menjadi salah satu sentra produksi gula andalan nasional yang berkelanjutan.














