Update24.co.id– Ratusan aparatur Tiyuh se-Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Bupati Tubaba, Kamis, untuk menuntut segera pencairan Siltap (Penghasilan Tetap) yang telah tertunda selama enam bulan. Aksi ini disampaikan dengan tegas, bahkan para aparatur mengancam akan melakukan mogok kerja jika hak tersebut belum juga dibayarkan dalam waktu dekat, Kamis 27 Agustus 2026
Dalam orasi aksinya, para perwakilan aparatur Tiyuh menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran Siltap sejak enam bulan lalu sangat memberatkan kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka mengaku tetap menjalankan tugas dan kewajiban pelayanan masyarakat di masing-masing wilayah, namun hak yang seharusnya diterima tidak kunjung cair.
“Kami sudah bersabar selama enam bulan. Tetap bekerja melayani masyarakat, menyelesaikan administrasi tiyuh, namun Siltap kami tidak kunjung dibayarkan. Jika sampai belum ada kepastian pencairan dalam waktu dekat, kami terpaksa akan menghentikan sementara pelayanan dan mogok kerja,” tegas salah satu juru bicara aksi tersebut.
Merespons aksi demonstrasi tersebut, Bupati Tulang Bawang Barat, Nopriwan Jaya, hadir langsung menemui para peserta aksi untuk memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa keterlambatan pencairan Siltap aparatur Tiyuh bukan karena kelalaian pemerintah daerah, melainkan menunggu transfer dana dari pemerintah pusat yang hingga saat ini belum diterima.
“Saya mengerti dan merasakan kesulitan yang Bapak/Ibu aparatur Tiyuh rasakan. Keterlambatan ini semata-mata karena kami masih menunggu aliran dana transfer dari pusat yang sampai saat ini belum masuk ke kas daerah. Begitu dana tersebut diterima, proses pencairan Siltap akan segera kami laksanakan tanpa menunda lagi,” ujar Nopriwan Jaya di hadapan para demonstran.
Bupati juga berjanji akan terus melakukan koordinasi dan pengejaran kepada pihak terkait agar dana tersebut segera cair. Ia memohon kesabaran para aparatur Tiyuh sambil meminta tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana mestinya.
Sementara itu, para aparatur Tiyuh menyatakan akan menunggu realisasi janji tersebut dalam waktu yang ditentukan. Jika tidak ada kemajuan yang berarti, ancaman mogok kerja siap dijalankan sebagai bentuk perjuangan atas hak yang seharusnya mereka terima.
Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi berlangsung tertib dan damai. Para peserta aksi kemudian membubarkan diri setelah menerima penjelasan langsung dari Bupati Tubaba.














