Menu

Mode Gelap
Isu Pemotongan Dana JKN di Puskesmas Mulya Asri Bergulir Tanpa Kejelasan, Kepala Puskesmas Absen tidak ngantor PEMBAGIAN BLT DD TIYUH GUNUNG KATUN MALAI TAHUN 2026 TELAH DILAKSANAKAN Dugaan Pemotongan Jaspel & Kapitasi JKN Mengemuka di PONED Mulya Asri Tubaba Wujud Kepedulian Lewat Dana Desa, 3 Rumah Warga Gunung Katun Tanjungan Dibenahi Musda III LDII Tubaba Resmi Digelar, Bupati Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Daerah Putra Jaya Umar Melenggang Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Tubaba

Fashion

Bupati Tubaba Apresiasi Dukungan Provinsi: 7 Ruas Jalan Strategis dan RSUD Rujukan Jadi Sorotan

badge-check


					Bupati Tubaba Apresiasi Dukungan Provinsi: 7 Ruas Jalan Strategis dan RSUD Rujukan Jadi Sorotan Perbesar

Bupati Tubaba Apresiasi Dukungan Provinsi: 7 Ruas Jalan Strategis dan RSUD Rujukan Jadi Sorotan

Update24.co.id – Bumi Ragem Sai Mangi Wawai semakin mendapatkan dorongan percepatan pembangunan. Bupati Novriwan Jaya mengapresiasi peran penting Pemerintah Provinsi Lampung yang mendorong kemajuan sektor infrastruktur dan pelayanan publik di Tubaba.

“Sektor jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat kita. Tahun 2026 ini, kami mendapatkan alokasi untuk tujuh ruas jalan strategis – yang paling dinantikan adalah ruas Penumangan–Unit 6. Ini akan menjadi katalisator besar bagi konektivitas antarwilayah,” ungkap Novriwan dengan semangat.

Tak hanya infrastruktur fisik, transformasi juga terjadi di sektor kesehatan. Dengan dana pusat sebesar Rp130 miliar, RSUD Tubaba kini siap berperan sebagai rumah sakit rujukan unggulan. Saat ini, fasilitas tersebut telah mampu melayani lebih dari 200 pasien rutin hemodialisa dan fokus menangani penyakit kronis seperti Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi.


Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan bahwa wewenang pemerintah harus selalu berorientasi pada pelayanan rakyat. Ia khususnya menyoroti potensi ekonomi luar biasa dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggaran MBG di Tubaba mencapai Rp497,7 miliar – jika dibagi ke 100 desa, setiap desa berpotensi mendapatkan aliran ekonomi hingga Rp4 miliar per tahun. Para Kepala Desa harus cerdas: bahan baku harus dari Tubaba sendiri, sehingga UMKM dan petani lokal menjadi pemain utama,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai tambah komoditas unggulan seperti singkong dan jagung, agar tidak hanya keluar sebagai bahan mentah tanpa manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.

Untuk mengatasi fluktuasi harga komoditas, Provinsi Lampung memperkenalkan Program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini akan memutus rantai tengkulak luar daerah dengan menyediakan armada transportasi sendiri dan menjaga stabilitas harga di tingkat desa.

Selain itu, pemerintah provinsi juga akan memberikan dukungan nyata berupa Pupuk Organik Cair (POC) yang diproyeksikan meningkatkan produktivitas lahan hingga 15-20%, serta bantuan mesin pengering kapasitas 20 ton untuk menjaga kualitas panen jagung dan padi saat pasar tidak stabil.


Di akhir acara, Gubernur memberikan kabar baik dengan memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp10 juta per desa untuk mendukung program “Desa Maju”. Ia juga menyampaikan pesan penting mengenai kualitas Sumber Daya Manusia.

“Saya minta Pak Bupati dan para Kepala Desa, pastikan tidak ada anak di Tubaba yang putus sekolah. Semua harus menyelesaikan pendidikan minimal hingga jenjang SMA,” pungkasnya.

Musrenbang ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi Tubaba untuk mencapai target makro ekonomi tahun 2027, selaras dengan visi Lampung Maju dan program ketahanan pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Putra Jaya Umar Melenggang Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Tubaba

27 April 2026 - 10:38 WIB

21 April 2026 - 09:12 WIB

Warga Tubaba Digerakkan, Mayat Pria Mengapung Ditemukan di Perairan RK 6

21 April 2026 - 00:26 WIB

Ketua GBN Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi CCTV, Hadirkan Saksi Tambahan

20 April 2026 - 13:34 WIB

Dinsos Lampung Disorot: Anggaran Makan Minum Rp2,8 Miliar di Tengah Seruan Efisiensi, Bantah Inpres Prabowo. 

13 April 2026 - 03:17 WIB

Trending di Fashion