Lampung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah di Indonesia, Angka Cuma 1,9%!
Update24.co.id – Provinsi Lampung berhasil meraih predikat terbaik sebagai provinsi dengan tingkat inflasi terendah se-Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Februari 2026, prestasi ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026, yang diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Bani Ispriyanto dari Ruang Command Center Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (23/2/2026).

Hingga Januari 2026, inflasi tahunan Lampung tercatat hanya 1,9% – masuk dalam koridor target nasional 1,5%-3,5% dan menjadikan provinsi ini berada di peringkat teratas. Kinerja gemilang ini didukung oleh Kota Bandar Lampung dengan inflasi sangat rendah (1,43%) dan Kota Metro (2,03%), yang keduanya juga masuk 10 besar kota dengan inflasi terendah nasional.
Namun, memasuki minggu ketiga Februari 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung menunjukkan kenaikan sebesar 0,89%, yang sebagian besar disumbang oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih. Secara nasional, harga cabai rawit bahkan melonjak hingga 19,89% dibanding Januari 2026, dengan rata-rata harga Rp68.928 per kg.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menekankan pentingnya menangani daerah dengan inflasi tinggi secara konkret. Ia menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk langsung ke lapangan dan fokus pada komoditas yang harga naik signifikan.
“Daerah yang terkena bencana mungkin kita maklumi karena pasar hancur, tapi daerah lain harus segera berbenah. Kalau harga naik sendirian sementara tetangganya stabil, itu patut dicurigai,” tegasnya.














