Menu

Mode Gelap
Isu Pemotongan Dana JKN di Puskesmas Mulya Asri Bergulir Tanpa Kejelasan, Kepala Puskesmas Absen tidak ngantor PEMBAGIAN BLT DD TIYUH GUNUNG KATUN MALAI TAHUN 2026 TELAH DILAKSANAKAN Dugaan Pemotongan Jaspel & Kapitasi JKN Mengemuka di PONED Mulya Asri Tubaba Wujud Kepedulian Lewat Dana Desa, 3 Rumah Warga Gunung Katun Tanjungan Dibenahi Musda III LDII Tubaba Resmi Digelar, Bupati Dorong Kolaborasi Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Daerah Putra Jaya Umar Melenggang Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Tubaba

Fashion

Belanja Bahan Kimia dan Pupuk NPK Dinas Pertanian Tubaba Diduga Fiktif

badge-check


					Belanja Bahan Kimia dan Pupuk NPK Dinas Pertanian Tubaba Diduga Fiktif Perbesar



Update 24.co.id– Kamis (25/12/2025) – Sebuah kecurigaan mendalam mengemuka terkait belanja barang dagangan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Total pengeluaran senilai Rp66.000.000 untuk bahan kimia, pestisida, dan pupuk NPK yang tercatat dalam APBD serta Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2025, ternyata tidak ditemukan jejaknya di lokasi gudang.

Data RUP Catat Pengeluaran Besar, Tapi Barang Tak Ada di Tempat

Berdasarkan catatan resmi RUP tahun anggaran 2025, tiga item belanja menjadi fokus perhatian:

– Pestisida dengan kode RUP 58773981: Rp50.000.000
– Pupuk NPK (dikategorikan bahan kimia) dengan kode RUP 58344746: Rp4.000.000
– Pestisida & Pupuk NPK (bahan kimia) dengan kode RUP 58337220: Rp12.000.000

Namun ketika tim melakukan pengecekan langsung di gudang yang berlokasi di komplek Agrowisata SMK Pulung Kencana gudang penyimpangan barang tersebut yang terlihat hanya beberapa karung pupuk kandang kompos saja Tidak ada satu pun kemasan bahan kimia, pestisida, atau pupuk NPK yang tercatat dalam daftar belanja, dan dilokasi tesebut terlihat tanaman jambu biji,jamu air dan tanaman mangga yang tidak terawat bahkan bayak yang mati.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana (PSP) sekaligus Penyuluhan, Sayu, langsung membantah keterlibatannya dalam proses pembelian yang dilakukan secara daring.

“Bukan kegiatan saya yang menangani E-purchasing, namanya juga RUP – artinya itu hanya rencana saja, bukan sudah jadi realitas,” jelasnya dalam balasan pesan yang diterima.


Namun ketika disinggung tentang keberadaan barang yang seharusnya sudah dibeli, Kabid PSP memberikan penjelasan yang berbeda dengan pernyataan sebelumnya.

“Untuk pupuk kimia itu sudah kami dipupuk alias dibagikan. Cuma sekarang belum bisa beli lagi karena kita sedang menunggu GU (Ganti Uang) yang belum juga cair dari pihak terkait,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Putra Jaya Umar Melenggang Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Tubaba

27 April 2026 - 10:38 WIB

21 April 2026 - 09:12 WIB

Warga Tubaba Digerakkan, Mayat Pria Mengapung Ditemukan di Perairan RK 6

21 April 2026 - 00:26 WIB

Ketua GBN Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi CCTV, Hadirkan Saksi Tambahan

20 April 2026 - 13:34 WIB

Dinsos Lampung Disorot: Anggaran Makan Minum Rp2,8 Miliar di Tengah Seruan Efisiensi, Bantah Inpres Prabowo. 

13 April 2026 - 03:17 WIB

Trending di Fashion