Menu ✖

Mode Gelap
Kawal Program Revitalisasi Sekolah, Disdik Tubaba Turun Langsung Didampingi Kejari Deklarasi Damai Pilkati Tubaba, Satu Calon Berhalangan Hadir karena Sakit Hendarwan calon kepalo Tiyuh pulung kencana di Tunjuk Bacakan Deklarasi Damai Pilkati Serentak Tubaba 2026 Inspektorat Tubaba Panggil Kepala Tiyuh Wonokerto Terkait Dugaan Ketidakjelasan Pengelolaan Anggaran 2024 Danlanudad Gatot Soebroto Puspenerbad Way Kanan Lampung Sambut Kunjungan Kerja Waasops Panglima TNI Pengelolaan Anggaran Tiyuh Wonokerto 2024 Penuh Tanda Tanya, Sejumlah Pos Belanja Dinilai Jelas-Tidak Sesuai

Tubaba

Limbah Dapur MBG Kagungan Ratu 2 Mengalir ke Area Rawa, Warga Resah Bau Menyengat Saat Musim Hujan

badge-check


					Limbah Dapur MBG Kagungan Ratu 2 Mengalir ke Area Rawa, Warga Resah Bau Menyengat Saat Musim Hujan Perbesar

Limbah Dapur MBG Kagungan Ratu 2 Mengalir ke Area Rawa, Warga Resah Bau Menyengat Saat Musim Hujan

Update24.co.id– Aktivitas operasional Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kagungan Ratu 2 yang berlokasi di RT 1 RK 3, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, limbah cair hasil pengolahan makanan dari dapur tersebut terlihat dialirkan menuju kawasan dekat rawa, dan menimbulkan aroma tak sedap yang semakin menyengat saat curah hujan tinggi.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin (11/5/2026), terlihat cairan berwarna keruh dan berminyak mengalir melalui saluran pipa paralon keluar dari lingkungan dapur, kemudian bermuara ke area genangan tanah yang berjarak tidak jauh dari rawa. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan dampak lingkungan maupun gangguan kenyamanan sehari-hari, terutama saat memasuki musim penghujan.

Kiki, salah satu warga yang rumahnya berada tepat di belakang lokasi dapur, mengaku terganggu dengan penyebaran bau limbah tersebut. Menurutnya, aroma tidak sedap akan menyebar luas hingga ke pemukiman warga manakala hujan turun.

“Kalau cuaca sedang cerah mungkin masih tertahan, tapi begitu hujan turun, baunya tercium ke mana-mana. Kami berharap ada solusi agar kami tidak terus-menerus terganggu,” ungkap Kiki.

Keluhan ini pun memunculkan tanda tanya mengenai efektivitas sistem pengolahan limbah yang diterapkan pengelola dapur MBG. Program yang bertujuan menyejahterakan masyarakat ini dikhawatirkan justru membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar jika pengelolaan limbah belum berjalan maksimal.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Yayasan pengelola MBG Kagungan Ratu 2, Eko, menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan standar pengelolaan limbah sesuai ketentuan. Ia menyebutkan, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dipasang merupakan rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Seluruh rangkaian pengolahan sudah lengkap, mulai dari penyaring minyak, tangki tanam, biotank, hingga sistem penyaringan mirip teknologi Reverse Osmosis. Penyedia dan pemasangan sistem ini pun sudah mengikuti arahan DLH,” jelas Eko.

Sebagai bentuk pembuktian, Eko menyampaikan telah melakukan uji sederhana dengan memelihara ikan lele di kolam penampungan akhir limbah. Hasilnya, ikan-ikan tersebut dinyatakan tetap hidup dan sehat. Lokasi pembuangan akhir pun diklaim berada di lahan sewaan sendiri, berjarak sekitar 150 meter ke arah timur dapur, dan tidak langsung dialirkan ke parit maupun sungai umum.

Meski demikian, pengamatan di lokasi menemukan fakta lain. Kolam penampungan akhir yang dimaksud terlihat berukuran dangkal dan berada di dataran rendah yang berpotensi tergenang air hujan. Hal ini memunculkan kekhawatiran baru: apabila debit air meningkat saat hujan deras, kolam dikhawatirkan meluap dan limbah akan terbawa arus menuju rawa maupun aliran sungai terdekat.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemantauan maupun verifikasi kesesuaian sistem pengolahan limbah di dapur MBG Kagungan Ratu 2. Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan memeriksa kondisi lapangan agar kepentingan lingkungan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawal Program Revitalisasi Sekolah, Disdik Tubaba Turun Langsung Didampingi Kejari

13 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Deklarasi Damai Pilkati Tubaba, Satu Calon Berhalangan Hadir karena Sakit

5 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Hendarwan calon kepalo Tiyuh pulung kencana di Tunjuk Bacakan Deklarasi Damai Pilkati Serentak Tubaba 2026

5 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Inspektorat Tubaba Panggil Kepala Tiyuh Wonokerto Terkait Dugaan Ketidakjelasan Pengelolaan Anggaran 2024

10 September 2026 - 09:58 WIB

Pengelolaan Anggaran Tiyuh Wonokerto 2024 Penuh Tanda Tanya, Sejumlah Pos Belanja Dinilai Jelas-Tidak Sesuai

4 September 2026 - 08:47 WIB

Trending di Tubaba