Menu

Mode Gelap
Pemkab Tubaba Siapkan Lahan 9,4 Hektare untuk Sekolah Rakyat, KemenPUPR Sebut Layak Secara Teknis Inspektorat TUBABA Akan dalami Dugaan Kekurangan Volume proyek pembangunan jalan Laven Tiyuh Margo Mulya LSM Trinusa TUBABA Soroti Lima Paket Proyek Dinas Pertanian Lampung, Diduga Ada Pengondisian DUGAAN PENGKONDISIAN & MONOPOLI! SATU PENYEDIA LUAR DAERAH RAIH SEMUA 5 PROYEK PERTANIAN TUBABA – TOTAL ANGGARAN RP 283 JUTAAN “BIROKRASI HARUS CEPAT & PROFESIONAL!” BUPATI TUBABA LANTIK SEKDA & PEJABAT BARU, TEKANAN KOLLABORASI UNTUK KEMAJUAN DAERAH HANYA BEBERAPA BULAN SUDAH RUSAK PARAH! JALAN LAPEN SENILAI 243 JUTA DI TUBABA DIDUGA SYARAT AKAL-AKALAN & KURANG VOLUME

Fashion

Belanja Bahan Kimia dan Pupuk NPK Dinas Pertanian Tubaba Diduga Fiktif

badge-check


					Belanja Bahan Kimia dan Pupuk NPK Dinas Pertanian Tubaba Diduga Fiktif Perbesar



Update 24.co.id– Kamis (25/12/2025) – Sebuah kecurigaan mendalam mengemuka terkait belanja barang dagangan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Total pengeluaran senilai Rp66.000.000 untuk bahan kimia, pestisida, dan pupuk NPK yang tercatat dalam APBD serta Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun 2025, ternyata tidak ditemukan jejaknya di lokasi gudang.

Data RUP Catat Pengeluaran Besar, Tapi Barang Tak Ada di Tempat

Berdasarkan catatan resmi RUP tahun anggaran 2025, tiga item belanja menjadi fokus perhatian:

– Pestisida dengan kode RUP 58773981: Rp50.000.000
– Pupuk NPK (dikategorikan bahan kimia) dengan kode RUP 58344746: Rp4.000.000
– Pestisida & Pupuk NPK (bahan kimia) dengan kode RUP 58337220: Rp12.000.000

Namun ketika tim melakukan pengecekan langsung di gudang yang berlokasi di komplek Agrowisata SMK Pulung Kencana gudang penyimpangan barang tersebut yang terlihat hanya beberapa karung pupuk kandang kompos saja Tidak ada satu pun kemasan bahan kimia, pestisida, atau pupuk NPK yang tercatat dalam daftar belanja, dan dilokasi tesebut terlihat tanaman jambu biji,jamu air dan tanaman mangga yang tidak terawat bahkan bayak yang mati.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana (PSP) sekaligus Penyuluhan, Sayu, langsung membantah keterlibatannya dalam proses pembelian yang dilakukan secara daring.

“Bukan kegiatan saya yang menangani E-purchasing, namanya juga RUP – artinya itu hanya rencana saja, bukan sudah jadi realitas,” jelasnya dalam balasan pesan yang diterima.


Namun ketika disinggung tentang keberadaan barang yang seharusnya sudah dibeli, Kabid PSP memberikan penjelasan yang berbeda dengan pernyataan sebelumnya.

“Untuk pupuk kimia itu sudah kami dipupuk alias dibagikan. Cuma sekarang belum bisa beli lagi karena kita sedang menunggu GU (Ganti Uang) yang belum juga cair dari pihak terkait,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Tubaba Siapkan Lahan 9,4 Hektare untuk Sekolah Rakyat, KemenPUPR Sebut Layak Secara Teknis

8 Januari 2026 - 09:09 WIB

Inspektorat TUBABA Akan dalami Dugaan Kekurangan Volume proyek pembangunan jalan Laven Tiyuh Margo Mulya

8 Januari 2026 - 05:12 WIB

LSM Trinusa TUBABA Soroti Lima Paket Proyek Dinas Pertanian Lampung, Diduga Ada Pengondisian

8 Januari 2026 - 05:00 WIB

DUGAAN PENGKONDISIAN & MONOPOLI! SATU PENYEDIA LUAR DAERAH RAIH SEMUA 5 PROYEK PERTANIAN TUBABA – TOTAL ANGGARAN RP 283 JUTAAN

7 Januari 2026 - 09:22 WIB

“BIROKRASI HARUS CEPAT & PROFESIONAL!” BUPATI TUBABA LANTIK SEKDA & PEJABAT BARU, TEKANAN KOLLABORASI UNTUK KEMAJUAN DAERAH

7 Januari 2026 - 09:01 WIB

Trending di Fashion