NASIB DAPUR MBG DI UJUNG TANDUK: Diberi Waktu 7 Hari Benahi Limbah atau Tutup
Update24.co.id– Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan ultimatum tegas kepada pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Bina Bangsa Bitung yang berlokasi di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang. Manajemen diberi waktu selama 7 hari untuk segera menuntaskan permasalahan limbah dan kebersihan, atau operasional akan dihentikan.
Ketua Satgas MBG Tubaba, Sofiyan Nur, menyampaikan hal tersebut usai melakukan peninjauan lokasi, Jumat (10/4). Menurutnya, komitmen perbaikan sudah tertuang dalam surat perjanjian, namun realisasi di lapangan dinilai sangat minim.
“Kami temukan pemasangan IPAL baru dilakukan saat kami mau turun. Ini menunjukkan bahwa teguran yang diberikan sejak Februari lalu tidak ditindaklanjuti secara serius,” ungkap Sofiyan.
Ia menolak alasan keterlambatan yang dikemukakan pihak pengelola terkait pengiriman alat yang masih inden. Sofiyan menilai hal tersebut hanya alasan karena alat justru tersedia segera setelah adanya peneguran.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup menyoroti masalah tumpukan sampah yang mengotori lingkungan. Meskipun pengelola mengklaim sampah berasal dari area pondok pesantren, tanggung jawab pengelolaan tetap berada di tangan pengelola dapur.
“Harus ada tempat penampungan sampah yang baik. Jika menyebabkan pencemaran, ini bisa diproses secara pidana,” jelas Gusron, perwakilan DLH.
Selain isu lingkungan, tim juga menemukan kekurangan dari sisi fasilitas, di mana peralatan seperti oven pembersih wadah makanan (ompreng) belum tersedia lengkap.
Camat Lambu Kibang memastikan akan melakukan pengawasan ketat setiap hari selama masa tenggang berlangsung. Ia meminta seluruh temuan segera diperbaiki tanpa alasan. Hingga batas waktu nanti, jika tidak ada perubahan signifikan, penutupan dapur menjadi konsekuensi mutlak.














