Update24.co.id— Peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat pentingnya shalat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT. Pesan spiritual tersebut disampaikan penceramah internasional asal Madinah, Syeikh Abdurrahman Jaber, dalam Tabligh Akbar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Baitul Ilmi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Jumat (9/1/2026).

Dalam tausiyahnya, Syeikh Abdurrahman Jaber mengajak umat Islam, khususnya sivitas akademika IIB Darmajaya, menjadikan shalat sebagai fondasi keimanan sekaligus pembentuk karakter. Menurutnya, shalat tidak hanya bernilai ibadah ritual, tetapi juga berdampak besar terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. “Shalat adalah tiang agama dan sumber kekuatan seorang muslim. Dari shalat akan lahir kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Tabligh Akbar yang mengusung tema “Dari Isra Mi’raj Menuju Kinerja Unggul (Mengimplementasikan Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab)” berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D.; Bendahara Yayasan Alfian Husin Ronny Nazar, S.E., M.M.; Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., MTI.; Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Muprihan Thaib, S.Sos., M.M.; serta seluruh sivitas akademika IIB Darmajaya. Acara dipandu oleh Dr. H. Suratno, S.Pd.I., MH.
Syeikh Abdurrahman Jaber menjelaskan bahwa shalat merupakan satu-satunya ibadah yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT dalam peristiwa Isra Mi’raj. Ia mengisahkan bahwa kewajiban shalat awalnya ditetapkan sebanyak lima puluh waktu, sebelum akhirnya diringankan menjadi lima waktu sehari semalam. “Penetapan shalat lima waktu adalah wujud kasih sayang dan rahmat Allah SWT. Walaupun jumlahnya diringankan, pahalanya tetap setara dengan lima puluh waktu,” jelasnya.
Menurutnya, shalat juga melatih umat Islam untuk menghargai waktu, menjaga komitmen, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik dan profesional, termasuk di lingkungan kampus.
Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dan karakter sivitas akademika. “Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga pengingat bagi kita semua untuk menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik maupun profesional,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Yayasan Sahabat Umat Humanity, Ustadz Gontar, menyampaikan komitmen melanjutkan perjuangan almarhum Syeikh Ali Jaber dalam membumikan Al-Qur’an. Program tersebut meliputi pencetakan satu juta penghafal Al-Qur’an serta upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di berbagai daerah. Ia juga mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam gerakan wakaf dan dukungan sosial dengan penuh keikhlasan demi kemaslahatan umat.
Menutup tausiyahnya, Syeikh Abdurrahman Jaber mengungkapkan rasa syukur dapat berdakwah di Indonesia yang ia sebut sebagai negeri dengan kecintaan besar terhadap Al-Qur’an dan para ulama. “Semoga majelis ilmu di IIB Darmajaya ini senantiasa mendapatkan keberkahan dan melahirkan generasi yang berilmu, beriman, serta berakhlak mulia,” pungkasnya. (*)














