Menu ✖

Mode Gelap
Kawal Program Revitalisasi Sekolah, Disdik Tubaba Turun Langsung Didampingi Kejari Deklarasi Damai Pilkati Tubaba, Satu Calon Berhalangan Hadir karena Sakit Hendarwan calon kepalo Tiyuh pulung kencana di Tunjuk Bacakan Deklarasi Damai Pilkati Serentak Tubaba 2026 Inspektorat Tubaba Panggil Kepala Tiyuh Wonokerto Terkait Dugaan Ketidakjelasan Pengelolaan Anggaran 2024 Danlanudad Gatot Soebroto Puspenerbad Way Kanan Lampung Sambut Kunjungan Kerja Waasops Panglima TNI Pengelolaan Anggaran Tiyuh Wonokerto 2024 Penuh Tanda Tanya, Sejumlah Pos Belanja Dinilai Jelas-Tidak Sesuai

Tubaba

Belum Usai Polemik Limbah, Kini Menu MBG untuk Balita dari Dapur Kagungan Ratu 2 Menuai Kritik

badge-check


					Belum Usai Polemik Limbah, Kini Menu MBG untuk Balita dari Dapur Kagungan Ratu 2 Menuai Kritik Perbesar

Belum Usai Polemik Limbah, Kini Menu MBG untuk Balita dari Dapur Kagungan Ratu 2 Menuai Kritik

Update24.co.id- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Setelah sebelumnya persoalan limbah yang dibuang ke rawa, kini warga mempertanyakan kualitas menu makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat, khususnya anak balita, dari dapur MBG Kagungan Ratu 2, Kecamatan Tulang Bawang Udik.

Keluhan tersebut mencuat setelah beredarnya video menu MBG di grup Facebook warga pada Rabu 13 Mei 2026. Dalam unggahan itu terlihat paket makanan berisi nasi putih, satu iris tempe, telur ceplok, tumis terong, serta satu buah pisang.
Menu tersebut kemudian memicu perdebatan di tengah masyarakat karena dinilai tidak sesuai untuk kebutuhan gizi anak balita.

Hal tersebut datang juga dari Salah seorang warga Gunung Katun bernama Dwi mengaku kecewa dengan menu yang diterima anaknya. Melalui pesan WhatsApp, ia menyebut porsi makanan yang dibagikan semakin minim.

“Porsinya semakin irit dan langsing,” ujarnya singkat.

Dwi menjelaskan, anaknya yang masih balita menerima menu berupa nasi putih, tumis terong, tempe, telur ceplok, dan pisang dari dapur MBG Kagungan Ratu.

Ia mempertanyakan kandungan gizi pada menu tersebut, terlebih tumis terong yang menurutnya memiliki cita rasa pedas dan kurang cocok untuk anak usia balita.

“Di mana letak gizinya di sayur terong? Kalau untuk anak balita ya pedas. Kalau yang tua mungkin cocok makan asem manis. Apa guna ahli gizi,” tulisnya.

Tidak hanya itu, Dwi juga mengaku pernah menerima makanan dengan kualitas yang dinilai kurang layak konsumsi. Ia menyebut sayur jagung yang diterima anaknya sempat berbau asam.

“Anak saya balita kadang dapat sayur jagung sudah asem. Saya pernah komplain sama kadernya, tapi dijawab ‘terima-terima aja kalau dikasih, kalau mau komplain langsung ke dapurnya’,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rosi, warga Kagungan Ratu. Ia membenarkan bahwa kedua anak balitanya menerima menu dengan lauk tumis terong dari program MBG tersebut.

Munculnya berbagai keluhan ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Tulang Bawang Udik.

Warga berharap pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kualitas, kelayakan, serta standar gizi makanan yang diberikan kepada anak-anak, terutama balita yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk tumbuh kembangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawal Program Revitalisasi Sekolah, Disdik Tubaba Turun Langsung Didampingi Kejari

13 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Deklarasi Damai Pilkati Tubaba, Satu Calon Berhalangan Hadir karena Sakit

5 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Hendarwan calon kepalo Tiyuh pulung kencana di Tunjuk Bacakan Deklarasi Damai Pilkati Serentak Tubaba 2026

5 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Inspektorat Tubaba Panggil Kepala Tiyuh Wonokerto Terkait Dugaan Ketidakjelasan Pengelolaan Anggaran 2024

10 September 2026 - 09:58 WIB

Pengelolaan Anggaran Tiyuh Wonokerto 2024 Penuh Tanda Tanya, Sejumlah Pos Belanja Dinilai Jelas-Tidak Sesuai

4 September 2026 - 08:47 WIB

Trending di Tubaba